Langsung ke konten utama

Postingan

Gunadarma University

Clock

Kreativitas dan Keterbakatan (Tulisan Pert. 1)

1. Carilah artikel tentang produk kreatif yang sedang populer. Kutip, lalu beri tanggapan dan kesimpulan. Seni Ukir dan Pahat dari Bonggol Kayu Jati Jika kita melewati jalan raya Surabaya-Madiun tepatnya di tepi hutan jati Saradan dan Ngawi akan melihat bonggol-bonggol ( tunggak ) kayu jati dengan ukuran besar. Menurut salah seorang pegawai Perhutani dan pengrajin ukiran, bonggol-bonggol ini merupakan peninggalan penebangan kayu jati pada masa lalu atau pada masa kolonial. Usia kayu jati yang ditebang saat itu rata-rata umurnya antara 90 – 100 tahun bahkan lebih. Maka bonggol-bonggol tersebut usianya sudah melebihi satu abad. Sekalipun bonggol, namun bukan merupakan kayu limbah yang tak ada nilai ekonomisnya. Bonggol-bonggol tersebut dijual pihak Perhutani kepada warga setempat yang tertarik untuk dibina menjadi pengrajin dan pengukir bonggol tersebut menjadi sebuah karya seni yang berkualitas dan bernilai ekonomis tinggi. Harga setiap bonggol berbeda-beda sesu...

Kreativitas dan Keterbakatan (Tugas Pert. 1)

A. Definisi Konseptual Kreativitas Konsep tentang kreativitas termasuk konsep yang luas dan kompleks sehingga sulit merumuskan secara tepat apa yang dimaksud  dengan kreativitas tersebut. Definisi Kreativitas Menurut Pendapat Para Pakar Luar Negeri Freedam (1982) mengemukakan kreativitas sebagai kemampuan untuk memahami dunia, menginterprestasi pengalaman dan memecahkan masalah dengan cara yang baru dan asli. Sedangkan Woolfook (1984) memberikan batasan bahwa kreativitas adalah kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu (hasil) yang baru atau asli atau pemecahan suatu masalah. Guiford (1976) mengemukakan kreativitas adalah cara-cara berfikir yang divergen, berfikir yang produktif, berdaya cipta, berfikir heuristik, dan berpikir lateral. Sedangkan definisi kreativitas menurut pendapat Rhodes (Utami Munandar, 1987) yang mengemukakan kreativitas sebagai kemampuan dalam 4P yaitu person , process , press , dan product . Menurut Rhodes, kreativitas harus ditinjau dari...

Sebatas kagum

K A G U M Awal kuliat dirinya tepat saat diawal aku menjadi seorang maba. Yaa mungkin terlihat hanya dirinya yang berbeda dari yang lainnya, rasa kagum inilah yang selalu membuatku mungkin merasa senang, gembira, suka, dan entahlah. Jujur pada saat berkenalan rasanya makin terpesona mata ini melihat dirinya yang saat itu tepat berada di depan wajahku dan menanyakan namaku lalu kami pun saling bersalaman. Seketika aku terdiam dan meyakini diriku sendiri bahwa ini hanyalah sebatas rasa kagum dan tak boleh lebih. Akhirnya pun proses belajar selama perkuliahan sudah berlangsung normal, sedikit demi sedikit aku pun mulai mengenal sosok kepribadiannya. Pemberani, asyik, cuma ya gitu deh :D Kurang lebih 4-5 bulan aku menemukan teman sebaya untuk aku jadikan teman curhat, sekaligus teman yang mengerti keadaanku. Awalnya aku ragu menceritakan kekagumanku ini, tapi lama kelamaan akhirnya teman sebayaku ini mengetahuinya. Mungkin dibilang aneh, gatau kenapa makin lama makin suka aja melih...

Who is Frank Epperson?

Frank Epperson (1894-1983) Penemu Es Lolipop A pa  kalian kenal es lolipop dan apakah kamu menyukainya? Yaps sekarang kita bahas yuk tentang es lolipop. Es lolipop itu merupakan jenis es yang disangga dengan stik atau batang kayu. Es lolipop ini bisa berupa eskrim, es lilin, atau es bercita rasa buah. Nah tahukah kamu siapa yang pertama kali menemukan cara membuat es lollipop? Beliau adalah Frank Epperson. Bapak Frank berasal dari Sanfransisco, California, Amerika Serikat. Beliau menemukan cara membuat es lolipop tanpa di sengaja ketika usia nya 11 tahun. Kala itu musim dingin, beliau meninggalkan segelas air soda beserta stik pengaduk di beranda rumah nya. Karena suhu udara sangat dingin, keesokan harinya air soda itu membeku  dengan stik tertancap di dalamnya.                              Pada 1922, Bapak F...

Sel Syaraf (Neuron)

Makalah Bahasa Indonesia

MAKALAH BAHASA INDONESIA   PARAGRAF Disusun Oleh Ahmad Zulhendi Anak Agung Kartika Sari Nofi Dwi Siswari KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayah-Nyalah kami diberikan kesehatan sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Makalah yang membahas tentang paragraf ini berulang kali mengalami penyempurnaan hingga baru kemudian dapat kami selesaikan. Selama ini dalam membuat suatu paragraf sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Dalam membuat suatu paragraf kita harus mengetahui syarat-syarat serta ketentuan yang harus dipenuhi dalam sebuah paragraf. Paragraf yang akan dibuat harus memiliki kepaduan (koherensi) antara paragraf yang satu dengan paragraf yang lainnya. Koherensi paragraf dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dengan melalui ide-ide pokok antar kalimat. Oleh karena itu kita sebagai mahasiswa di tuntut agar mampu membuat suatu ...